Lada Pontensi Desa Kaliau

Heri petani lada Desa Kaliau
Heri petani lada Desa Kaliau

KL-Desa Kaliau Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sajingan Besa memiliki potensi hasil pertanian yang cukup besar. Diantaranya adalah karet dan Lada. Desa Kaliau berbatasan langsung dengan Negara Malaysia Timur. Rata-rata masyarakat Desa Kaliau menanam lada karena harganya sangat malah.

Sejak harga karet turun tahun 2012, masyarakat Desa Kaliau mulai menanam lada. Struktur tanah yang berada didataran tinggi sangat cocok untuk ditanam tanaman lada. Sekitar dua tahun tanaman sudah bisa dipanen.

Hery salah satu petani Desa Kaliau mengtakan, ladanya baru satu kali berbuah, sekitar seperempat hektar menghasilkan lada putih sekitar 200 kilo.

“Tapi kalau yang sudah lama sudah ada yang berton-ton menghasilkan buah ladanya,”kata Hery.(21/12)

Hery menerangkan, untuk memelihara tanaman lada tidak terlalut sulit dan rumit. Tanaman lada cocok didataran tinggi, tidak memerlukan air yang banyak. Tetapi harus telaten merawatnya, rumput dan gulmanya harus berih biar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman lada.

Lokasi kebun Hery yang berdekatan dengan tiga halipad helikopter untuk menyambut kedatang Presiden Jokowi ke Kecamatan Sajingan besar tumbuh dengan sangat subur, selama ini tidak ada masalah dalam merwatnya.

“Kalau sudah panen berapa tonpun lada pasti dibeli, kalau lada hitam biasanya langsung dijual ke Malaysia, lada putih di Jual ke Indonesia, untuk lada hitam 1 kg berharga RP.800.000 harga lada putih Rp 160000,-“sahut Hery.

Pupuk dan obat-obatan yang digunakan untuk merawat tanaman lada sebagian ada yang berasal dari Indonesia, ada yang berasal dari Malaysia. “Tergantung ketersediaan pupuknya,”ujar Hery sambil menyapih tanaman ladanya.(Sj

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan